Minggu, 03 Februari 2013







Inilah 6 Fitnah Dasyat Ad-Dajjal




TIDAK ada keraguan bagi orang yang beriman terhadap segala berita yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, masuk akal ataupun tidak. Karena mereka meyakini bahwa segala yang diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepanjang riwayatnya shahih, merupakan berita wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Dan segala perkara yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkait dengan Dajjalseperti sifat-sifatnya, kejadian-kejadian luar biasa yang diperbuatnya, masa tinggalnya di atas dunia, para pengikutnya, tempat turunnya, siapa yang akan membunuhnya dan sebagainya–bagi orang yang beriman bukanlah sebuah khurafat dan tahayul yang menjajah akal serta hati mereka.

Dan fitnah yang dilakukan Dajjal banyak sekali, di antaranya:

1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali (HR. Muslim, 2938/113)

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (no. 2938) berkata: Rasulullah S.A.W menyampaikan kepada kami sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal pada suatu hari. Di antara apa yang beliau sampaikan adalah:
“Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.” 

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluarnya Dajjal dengan membawa fitnah yang demikian dahsyat, hendaknya ia mengamalkan beberapa sebab untuk menjaga dirinya dari Dajjal dan fitnahnya.


Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/02/dahsyatnya-fitnah-dajjal.html#ixzz2JkoP4iAD

Jumat, 01 Februari 2013


Inilah 5 Negara yang pernah membubarkan diri


Mesir yang terancam bubar membuat mata dunia terbelalak. Bagaimana tidak? Mesir telah menjadi negara berdaulat berpuluh-puluh tahun. Polemik bubarnya Negeri Sungai Nil lantaran terpecahnya kubu pro-Presiden Muhammad Mursi dan mereka yang kontra. Bukan hanya Mesir, Amerika Serikat pun pernah membuka wacana pecahnya negara bagian sebab krisis ekonomi dan Texas menjadi negara bagian pertama yang mengajukan merdeka.

Kejadian negara bubar ternyata bukan kali ini saja. Permulaan abad-20 setidaknya ada lima negara pecah kongsi. Negara mana saja? Dilansir dari oddee.com, berikut ulasannya.

1. Kekaisaran Ottoman

Lima negara yang membubarkan diri

Salah satu negara kerajaan terbesar dalam sejarah yakni Kekaisaran Ottoman. Negara ini berdiri selama enam
abad dan membentang mulai dari Maroko hingga Teluk Persia, Sudan hingga ke utara Hungaria. Pada November 1922 Kekaisaran Ottoman mulai mengalami kemunduran dan anti-klimaks menyebabkan terpecah dengan sendirinya. Ini berkaitan dengan Turki memenangkan perang.



2. Uni Sovyet

Uni Sovyet sempat menjadi negara adidaya paling menakutkan di bumi. Berpaham komunis menjadikan  sebagian besar Eropa Timur menganut paham yang sama. Uni Sovyet berdiri pada saat kekacauan setelah pecahnya imperial Rusia pasca Perang Dunia I. Prestasi negara  ini paling besar mengalahkan fasis Nazi setelah banyak orang berpikir Adolf Hitler tidak bisa dihentikan sebab mampu memperbudak Eropa Timur selama empat dekade, menghasut perang dua negara Korea pada 1950, dan hampir ikut campur di perang terbuka Amerika Serikat dan Kuba pada 1962. Uni Sovyet runtuh pasca bersatunya Jerman Barat dan Timur pada 1989 diikuti hancurnya tembok Berlin. Lalu komunis mulai gagal di Eropa Timur dan Uni Sovyet pecah lebih dari 15 negara berdaulat, salah satunya Rusia.



3. Republik Uni Arab

















Republik Uni Arab merupakan sebuah negara yang terbentuk antara tahun 1958 hingga 1961. Republik ini merupakan gabungan antara Mesir dan Suriah. Suriah keluar dari gabungan ini pada tahun 1961, sedangkan Mesir masih disebut sebagai Republik Arab Bersatu hingga 1971. Republik Uni Arab awalnya merupakan ide dari mantan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser untuk menggandeng negara-negara tetangga Negeri Sungai Nil menjadi kesatuan solid. Dia hendak menciptakan negara adidaya di Timur Tengah. Nasser yakin jarak bukanlah menjadi masalah meski ribuan kilometer. Negara ini akhirnya sempat berdiri selama 13 tahun. Ini semua demi kepentingan mengepung Israel. Niat Nasser akhirnya harus berakhir. Seiring meninggalnya pemimpin Mesir itu aliansi menjadi rapuh dan dengan cepat dibubarkan. Semua negara kembali menjadi satu berdaulat, termasuk Mesir dan Suriah.

4. Kekaisaran Austro-Hungaria

 

                                                                    
Banyak pihak kalah dalam Perang Dunia I namun tidak ada yang paling kehilangan secara material, ekonomi, dan paling pahit, bagian dari tanah-tanahnya. Kekaisaran Austro-Hungaria mengalami itu. Saat membubarkan diri, wilayah mereka menemukan jati diri dan berdaulat.  Beberapa negara pernah bergabung yakni Austria, Hungaria, Italia, Polandia, hingga Rumania.  Pecahnya mereka lantaran tidak memiliki identitas sebagai negara seperti bahasa, rumah bagi kelompok etnis akhirnya mengoyak semangat nasionalisme negara itu.

Jerman Timur


Jerman Timur beraliran komunis dan menjalin kerjasama dengan Uni Sovyet. Mereka bersekutu pada Perang Dunia II, setelah sebelumnya membangun tembok dikenal Tembok Berlin untuk memisahkan diri dari saudara
sewilayah mereka, Jerman Barat.Tembok Berlin menjadi tonggak terputusnya dua wilayah yang juga memutuskan persaudaraan. Bahkan untuk menyeberang pun perlu bertaruh nyawa. Keruntuhan Tembok Berlin menandai berakhirnya komunisme di Jerman Timur sekaligus berpadunya kembali wilayah itu yang kini menjadi Jerman seutuhnya dan berdaulat.

Google Akui 'Bulan Bintang' Bendera Aceh




Kendati masih kontroversi dan belum di-sahkan menjadi Bendera resmi Aceh, ternyata Google terlebih dulu mencuri Start memasang Bulan Bintang dihalaman utama kata kunci Pencarian ‘Aceh’.

Jika Anda mengetik keyword  kata ‘Atjeh’ atau ‘Aceh’ di mesin pencari Google. Maka apa yang terjadi? Anda akan mendapati hamparan Peta Aceh sekaligus ‘Bulan Bintang’ terpampang jelas disisi kanan laman Google persis seperti yang terlihat di gambar di atas. 

Selanjutnya mesin pencarian Google mendeskripsikan sebagai berikut:

Aceh is a special region of Indonesia. It is located at the northern end of Sumatra. It capital is Banda Aceh and its population is approximately 4,500,000. Wikipedia

Lantas Mengapa Google  akui Bendera Bulan Bintang?

Sama halnya apabila pengguna mengetik nama-nama negara semisal, Indonesia, Thailand atau Malaysia. Maka, mesin pencari google akan memunculkan hamparan Peta lengkap dengan Bendera Negara tersebut.

Uniknya, hal ini hanya berlaku untuk Aceh, tidak untuk propinsi lain di wilayah Indonesia, misal Jakarta, Jogya atau Papua. Lihat tautan link !


Lantas Atjehcyber.net melanjutkan penelusuran asal bendera ‘Bulan Bintang’ Aceh tersebut sehingga dikutip oleh Google dihalaman utamanya.

Ternyata, bendera tersebut berasal dari sebuah laman flagspot.net situs terbesar ditujukan untuk vexillology (studi bendera) bernama ‘‘Flags of the World’ (FOTW) asal luar negeri yang didirikan pada tahun 1994.

Di sana Anda dapat menemukan lebih dari 53.000 bendera negara, wilayah, kabupaten dan kota, baik dulu hingga saat ini. Mengutip FOTW, laman tersebut mendeskripsikan cukup detail dan terperinci sejarah asal mula Bendera Bulan Bintang ini dari sebuah wawancara di Hallands-Posten, sebuah koran di Swedia pada 1999.

Berikut Laman FOTW melansir asal mula bendera dari wawancara tersebut;

Bendera negara independen Aceh-Sumatra secara resmi dikibarkan pada proklamasi kemerdekaan dan diperbaharui pada tanggal 4 Desember 1976 oleh Kepala Negara Teungku Tjhik di Tiro Muhammad Hasan (Teungku Hasan di Tiro).

Gerakan Aceh Merdeka (Gerakan Aceh Merdeka (GAM), juga dikenal sebagai Front Pembebasan Nasional Aceh Sumatera (ASNLF), adalah kelompok Islam bersenjata meraih kemerdekaan bagi Aceh (Acheh, Achin atau Atjeh) di Sumatra dari seluruh Indonesia.

Bendera Negara Aceh berusia lebih dari seribu tahun, sejak zaman Sultan Ali Mughayat Shah, Iskandar Muda, Shah Mahmud, Tengku Tjhik di Tiro Muhammad Saman sampai hari ini. Namun dua garis-garis hitam yang ditambahkan pada tahun 1976 oleh Kepala Negara saat ini, Tengku Hasan di Tiro, untuk memperingati semua perang Aceh mati syahid dalam membela bendera ini di masa lalu.

Bendera lebih dari seribu tahun tersebut digunakan dalam pertempuran laut melawan Portugal (Portugis) pada 1586, dan dalam perang melawan Belanda dari tahun 1873 sampai 1942. (Secara resmi perang berakhir pada 1914, Namun kelompok-kelompok kecil yang bertahan terus berjuang Pada tahun 1942 Jepang menyerbu Hindia Belanda.)

Sabit dan bintang adalah simbol Islam sebagai penyerahkan kepada Allah, hukum dan keadilan. Merah bermakna keberanian, kesetiaan, kebenaran dan kesediaan untuk berkorban untuk jalan yang benar di jalan Allah. Para fimbriations putih melambangkan kemurnian dari objek ciptakan. Panjang bendera ditetapkan sesuai standar dari desainer ahli.

Ada rancangan undang-undang otonomi khusus bagi provinsi Aceh. Hukum akan segera dibahas oleh parlemen pusat. Termasuk dalam draft adalah perubahan nama dari 'Provinsi Daerah Istimewa Aceh' untuk 'Nanggroe Aceh Darussalam' (NAD), otoritas Negeri Wali (Sultan-red) untuk merancang lambang NAD, dan yang paling menarik adalah desain dan penggunaan 'Alam Aceh', yang merupakan bendera / standar Aceh.

Jika rancangan ini disahkan, Aceh akan menjadi wilayah pertama di Indonesia menggunakan bendera regional de facto dan dijamin oleh hukum. Tampaknya tak terelakkan bahwa Aceh akan mengibarkan bendera baru mereka jika rancangan ini disahkan (menjadi hukum penuh operasi), karena tuntutan untuk kedua otonomi dan independen yang sangat kuat di sana.

Pernyataan bahwa bendera adalah lebih dari 1000 tahun tampaknya menjadi klaim umum oleh rakyat Aceh.

Santiago Dotor , Željko Heimer , António Martins , Mark Sensen , 29-30 September 1999

Deskripsi yang dinukil FOTW senada dengan sejumlah penggagas di DPR-Aceh yang mengusulkan penggunaan bendera bulan bintang sebagai bendera Aceh dalam Rancangan Qanun Bendera dan Lambang Aceh pada 19-20 November lalu.

Sekretaris Badan Legislasi DPR-Aceh, Abdullah Saleh pernah menjelaskan. Bendera itu simbol-simbol yang digali dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang di Aceh.

”Masalah bendera dan lambang ini, tidak dilihat dalam fase GAM saja, tapi harus dilihat fase Aceh sebelumnya. Sesungguhnya bendera yang diajukan itu sudah ada sejak masa kesultanan Aceh. Jadi, klaim ini bukan semata klaim GAM,” ujar Saleh dilansir Atjehpost, (9/12) lalu.

Abdulah menjelaskan, simbol warna putih adalah simbol suci, dan bukan hanya Aceh yang menggunakan putih sebagai simbol. Banyak juga bendera yang memakai warna putih. Begitu juga dengan warga merah sebagai simbol keberanian yang berlaku universal.

Sedangkan garis hitam di antara bulan dan bintang merupakan bentuk duka cita untuk mengenang para syuhada yang telah gugur. Sedangkan penggunaan bulan bintang sebagai simbol Islam yang selama ini menjadi ciri khas Aceh.

Perihal bendera Aceh sebenarnya juga tertuang dalam butir-butir nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM, di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Setidaknya ada dua butir nota kesepahaman yang menjelaskan soal bendera Aceh. Di antaranya pada butir 1.1.5. disebutkan Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan himne.

Sampai saat ini, Bendera Aceh masih menjadi kontroversi dikalangan elit Aceh dan Pusat.


Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/01/google-akui-bulan-bintang-bendera-aceh.html#ixzz2JYc3Tkhf

Kamis, 31 Januari 2013


‘Jambo Nyoe, Teumpat Kamoe Meurunoe Agama’


Jika anda penikmat lagu Aceh, mungkin anda mengenal nama Liza Aulia. Ya, dia adalah dara Aceh yang melejit namanya lewat lagu Kutidhieng, lagu yang konon kabarnya berlirikkan mantra-mantra untuk memanggil rimueng aulia (harimau aulia).
Kuthidieng, Seulayang, Jambo Nyoe, Hikayat Putroe Bungsu adalah sederet judul-judul lagu aceh yang pernah dinyanyikan oleh Liza Aulia.
Liza Aulia adalah penyanyi yang memiliki penjiwaan yang baik dalam manyanyikan lagu-lagunya. Penjiwaan Liza Aulia dalam menyanyikan lagu-lagunya, mampu memainkan emosi para pendengar sehingga tidak heran jika Lagu-lagu Liza Aulia mendapat tempat tersendiri di hati para penikmat musik pada masyarakat Aceh.
Anda pasti bisa merasakan galaunya Liza ketika menyanyikan lagu seulayang. Kegalauan yang terpancar dari lirik dan nada-nada lagu seulayang itu, telah menghanyutkan perasaan anda seolah anda sedang mengalami kesedihan yang sama seperti yang di alami Liza dalam lagu seulayangnya.
Saat Liza menyanyikan lagu Hikayat Putroe Bungsu yang liriknya bercerita tentang kejahilan Teuku Malem Diwa yang mencuri pakaian Putroe Bungsu, anda juga dapat merasakan sensasi asmara yang sedang dialami oleh Teuku Malem Diwa dan Putroe Bungsu, karena Liza membawakannya dengan nuansa sedikit manja dan teukecak (genit-red).
Ketika Liza menyanyikan Jambo Nyoe, anda akan mengetahui dan merasakan betapa takzimnya anda terhadap sosok tengku yang dengan ikhlas tanpa pamrih mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada anak-anak dan masyarakat yang ada pada masa dulu.
Aransemen musik dari lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Liza Aulia dikemas lebih modern, namun belum meninggalkan nuansa etnik keacehannya, buktinya kita masih bisa mendengarkan Serunekalee, alat musik tradisional Aceh di beberapa lagu yang di nyanyikan oleh Liza Aulia. Liriknya pun sarat makna, umumnya bercerita tentang budaya, hikayat-hikayat, kearifan lokal, yang semua itu bernafaskan dari niliai-nilai Islam yang dianut masyarakat Aceh pada masa itu.
Jika lagu-lagu ini di dengar, maka kita seolah sedang di bawa jauh kembali ke kehidupan puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang silam, menggambarkan sebuah kondisi kehidupan yang indah, santun, ramah dalam batasan, penuh dengan kearifan, persaudaraan yang kuat, kaya dengan peradaban dan kental akan nuansa keimanan, di saat di mana islam masih menjadi nafas dari segala aktifitas kehidupan kala itu.
Komposisi lirik lagu yang sarat makna, di kompilasi dengan bit-bit nada melalui instrument musik etnik dan modern, membuat lagu-lagu yang di nyanyikan oleh Liza Aulia cukup memiliki karakter. Oleh karena itu, ketika lagu ini di dengarkan, maka tidak heran jika akan memberi bekas dan kesan yang mendalam bagi para pendengar, apalagi bagi mereka yang paham dengan artinya. Setiap kata dari lirik lagu ini dan bit-bit nada yang mengirinya, seolah menjadikan para pendengar larut, tengelam jauh dalam ekstase harmoni nyanyian merdu sang diva, Liza Aulia.
Kali ini kita tidak membahas lebih jauh lagi tentang siapa Liza Aulia, atau bagaimana style musik yang di nyanyikan oleh Liza Aulia, atau benarkah kuthiding itu adalah mantra-mantra untuk memanggil rimueng aulia, namun kali ini kita akan mencoba me-review ulang kondisi masyarakat aceh pada masa lalu, dengan fokus tengku (guru agama) dan generasi-generasi pada masa itu serta kondisi masyrakat saat itu, lewat lirik lagu Liza Aulia Jambo Nyoe. Berikut lirik lagunya.
Meuho kah tengku, oh tengku
nyang poe jambo nyoe, jamboe nyoe
izin keu kamoe wahei tengku
kamoe jak gisa keunek meujak woe (2X)

Meulebeuh saba peumeuah wareh
Kadang cit meupaleng nyoe teungke teuka
Sang weuh that wareh hana ilme
Peugah hai tengku pat-pat teumeurah (2X)

Reff
Ciekah meulapeh lam jamboe ubiet
Tempat seumebeut alem ulama 
Tempat kamoe meurunoe agama
Beuamai keu bekai dudoe (2x)

Meuho kah tengku, oh tengku
nyang poe jambo nyoe, jamboe nyoe
izin keu kamoe wahei tengku
kamoe jak gisa keunek meujak woe (2X)

Lam saboh jurong na binteng pageu
Duroe meunaleng bineh u teungoh
Iklah that hatee bah pih lam ujeun
Aleuh meulinteng kamoe jeumurang (2X)

Seumaot tengku pakon neususah
Kalon syeudara tan na ilme
Wahai hai rakan meureunoe beusiegra
Beuamai keu bekai dudoe (2x)

Secara umum lirik lagu Liza Aulia ini bercerita tentang para murid dan tengkunya (guru agamanya), lagu ini menceritakan tentang sabar dan iklasnya seorang tengku dalam mengajarkan murid-muridnya.
Lagu ini coba menghantarkan kita kembali ke kehidupan masyarakat Aceh masa lalu, dan melihat kondisi sosial masyarakat pada masa itu. Masyarakat pada masa itu sangat memperhatikan pembelajaran ilmu agama bagi anak-anak mereka dan tengku merupakan elemen penting dalam tatanan masyarakat masa itu.
Jamboe (balai), rangkang, meunasah merupakan episentrum aktifitas masyarakat masa itu, di tempat inilah masyarakat menimba ilmu, bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan gampong (desa) dan tempat menjalankan ibadah-ibadah seperti shalat berjamaah dan lainnya.
Peran tengku dalam tatanan kehidupan masyarakat pada masa itu sangatlah vital, tengku tidak hanya berperan sebagai guru tempat belajar berbagai macam ilmu agama, akan tetapi tengku juga telah menjadi tempat mengadunya umat terhadap segala macam problematika kehidupan yang mereka alami.
Peran tengku di masyarakat ini tidak terlepas dari sosok tengku sebagai pribadi yang begitu istimewa. Orientasi akhirat yang kuat, pemahaman yang tinggi terhadap ilmu agama, dan ketaqwaan yang lahir dari pemahaman agama yang di miliki, menjadikan tengku-tengku pada masa itu adalah pribadi-pribadi yang menawan, orang-orang yang sangat iklas dan punya kapasitas dalam memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang di hadapi umat.
Pengorbanan tengku dalam mengajarkan dan mendakwahkan islam di tengah-tengah umat tidak di ragukan lagi, tengku adalah manusia-manusia yang iklas dalam mengemban tugasnya sebagai ulama pewaris para nabi, yang keberlangsungan pemahaman umat terhadap Islam ada di tangannya, maka tidak heran jika di dalam lagu di atas di sebutkan bahwa dalam menjalankan aktifitasnya sebagai guru yang mengajarkan Islam ke tengah-tengah umat, tengku tidak menghiraukan berbagai rintangan yang di hadapinya dan lagu itu coba mendeskripsikannya dengan kata-kata Iklah that hatee bah pih lam ujeun(Iklas sekali hati meskipun dalam hujan-red) sebuah deskripsi untuk menggambarkan keiklasan tengku dalam mengemban tugas-tugasnya.
Tengku bukan hanya orang-orang yang ikhlas saja, tengku juga adalah orang-orang yang berani,jujur dan berterus terang dalam menghukumi segala persoalan sesuai dengan Al-Quran dan Hadist meskipun resikonya pahit di dengar oleh umat ataupun tak disukai oleh penguasa, tengku tetap pada pendiriannya bahwa islam itu harus di sampaikan sesuai dengan sumber hukumnya, apapun resikonya. Sikap tengku inilah yang menjadikan ajaran-ajaran Islam tidak terkontaminasi oleh kepentingan apapun, sehingga nasehat-nasehat ataupun keputusan-keputusan hukum terhadap beberbagai persoalan yang lahir dari tengku, selalu saja sesuai dengan apa yang di tuntukan oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Keputusan-keputuan inilah  kemudian, menjadi guiden (petunjuk) bagi umat dalam mejalani kehidupan-kehidupan mereka.
Ketaqwaan yang tinggi, alim, ikhlas, keberanian untuk berterus terang dalam menyampaikan dakwah Islam, amanah, tawadhu’, wara’ dan hal baik lainnya yang melekat pada pribadi tengku, menjadikan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut tengku menjadi sebuah keberkahan tersendiri, maka tidak heran jika murid yang di hasilkan oleh tengku pada masa lalu adalah ulama-ulama besar, pemimpin-pemimpin adil, pejuang-pejuang hebat, wanta-wanita mulia yang sejarah mencatat harum nama-nama mereka.
Sejarah pernah mencatat bahwa Aceh puluhan tahun yang lalu pernah melahirkan Teuku Umar, pria pemberani, pejuang heroik yang dengan gagah melawan kafir Belanda. Sikap heroik yang ditunjukkan oleh Teuku Umar tidak lain adalah karena pengaruh pemahaman tentang mulianya mati syahid, mati dalam membela agama Allah. Semangat inilah yang menjadikan teuku umar dan pasukannya sangat gagah di medan pertempuran.
Sejarah juga pernah mencatat Aceh pernah di pimpin oleh sultan-sultan adil, yang menjadikan Islam sebagai landasan dari setiap keputusan yang di ambilnya. Kita pasti masih mengingat salah satu sultan adil itu adalah Sultan Iskandar Muda. Keadilan sang sultan telah terbukti dengan dihukumnya putra sendiri akibat melakukan pelanggaran syariat. Sultan tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan sesuai dengan hukum Islam meskipun keputusan tersebut konsekuensinya akan membinasakan darah daging sendiri. Sang sultan lebih mementingkan syariat tegak dibandingkan sayangnya ia terhadap sang anak.
Sejarah juga pernah mengingatkan kepada kita bahwa Aceh pernah melahirkan wanita-wanita hebat dan mulia seperti Keumalahayati atau lebih di kenal dengan Laksamana Malahayati, Laksamana wanita yang tak rela tanah negerinya dan kehormatan negerinya di injak-injak oleh portugis. Kita juga belum lupa dengan wanita lainnya yang bernama Cut Nyak Dhien, wanita yang sudah dalam keadaan buta pun masih semangat melawan kafir penjajah karena semangat jihad yang mengalir dalam darah terlanjur deras, sehingga mata bukan lagi penghalang untuk tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.
Mereka adalah sederetan nama yang lahir berkat keberkahan dari nasehat-nasehat dan ajaran-ajaran islam oleh tengku-tengku yang iklas di masa lalu. Mereka adalah generasi-generasi unggulan yang pernah lahir di tengah-tengah umat dengan keyakinan islam yang kuat dalam diri mereka.
Jika kita kembali ke kehidupan sekarang, kita tidak lagi menemukan seperti apa yang kita temukan di masa lalu. Jika di masa lalu jamboe, rangkang ataupun meunasah adalah tempat pusat aktifitas masyarakat, maka sekarang tidaklah lagi demikian. Masyarakat sekarang lebih senang ke café-café duduk kongkow-kongkow dengan teman sekerabat, manghabiskan waktu sia-sia di bandingkan ke jamboe-jamboe pengajian untuk belajar ilmu agama dengan tengku.
Pergeseran nilai-nilai kehidupan sangat tampak di tengah-tengah masyarakat kita saat ini, akibat pergeseran nilai dan pola kehidupan inilah yang mengakibatkan kita tidak bisa menemukan lagi orang-orang semasa jaman dahulu, seperti Teuku Umar yang berani membela agama dan negeri kaum muslimin dari rebutan kaum penjajah, yang ada sekarang ini adalah hanya Teuku-Teuku pengecut, apatis, bermental hipokrit yang pandainya bergaya di depan wanita, “abang kaya dek nong”.
Kita juga tidak bisa lagi menemukan wanita-wanita mulia yang menjaga kehormatan dirinya dan saudara-saudaranya seperti yang ditampakkan oleh sosok Keumalahayati, Cut Nyak Dhien dan Cut Meutia. Saat ini yang kita temukan hanya Mala-Mala dan Cut-Cut hina yang berbaju ketat, senang di bawa kemana-kemana setiap sorenya oleh Teuku-Teuku yang pandai bergaya. Mala-Mala dan Cut-Cut saat ini pun senang bukan kepalang jika ada di antara Teuku-
Teuku yang rela menjadi tukang ‘ojek’ untuk antar jemput mereka dari sekolah maupun kuliahan. Orang tua jaman sekarangpun seolah tidak pernah mempermasalahkan perilaku Mala dan Cut yang senang di bawa-bawa, yang penting mereka punya asumsi bahwa masyarakat akan beranggapan bahwa anaknya cantik, sekarang sudah ‘laku’, dan bahkan banyak diantara Teuku-Teuku yang berburu untuk mendapatkan hati dari putri mereka, Mala.
Kita juga tidak bisa menemukan sosok pemimpin yang adil, serius terhadap penegakan hukum syariah seperti yang di tampakkan oleh Sultan Iskandar Muda ketika memerintah negeri ini dimasa lalu, yang ada hanya pemimipin hipokrit, mementingkan diri sendiri, yang dengan kekuasaanya dapat memainkan hukum demi kepentingan ia dan segelintir orang yang dekat dengan dirinya. Pemimpin yang pandai berdeklamasi dengan retorika-retorika basi yang tidak ada arti sama sekali bagi masyarakat dan nihil prestasi apalagi prestasi mensejahterkan rakyat.
Kegagalan dalam mengahasilkan generasi-generasi unggulan saat ini apakah disebabkan hilangnya keberkahan dari ucapan-ucapan tengku dalam mengajarkan ilmu-ilmu agama di tengah-tengah umat?. Wallahu a’lam. Namun yang pasti, saat ini peran tengku di tengah-tengah umat sangatlah kecil bila di bandingkan dengan peran tengku di masa lalu dan pengaruh tengku juga tidak sebesar pengaruh tengku yang ada di masa lalu.
Peran tengku di masa sekarang telah bergeser dari peran yang seharusnya seperti di masa lalu. Peran tengku di masa sekarang hanya sebatas mengisi acara-acara ritual keagamaan saja seperti ngurusi jenazah, memimpin samadiah(tahlilan), baca doa, dan menjadi khatib ceramah-ceramah di mesjid, sangat berbeda dengan yang terjadi di masa lalu di mana tengku adalah orang yang paling berpengaruh di tengah-tengah umat, dan pendapat-pendapat tengku terhadap berbagai persoalan menjadi referensi bagi umat dan penguasa dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Peran tengku yang kecil ini tidak lepas dari pengaruh sekulerisme dalam tatanan masyarakat kita saat ini, yang coba memisahkan agama dari kehidupan. Sekulerisme telah mendudukkan tengku di masyarakat lebih rendah dari yang seharusnya. Dalam pandangan sekulerisme, menganganggap agama tidak mampu dan tidak perlu ikut campur terhadap permasalahan kehidupan, agama kedudukannya hanya sebatas ritual antara tuhan dengan makhluknya. Wajar saja jika di tengah masyarakat sekuler tengku menjadi kecil perannya hanya dilibatkan sebatas ritual keagaaman saja, sedangkan jika di hadapkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan antar makhluk seperti muamalah, politik, pemerintahan, mereka menganggap tengku yang setiap pendapatnya bersumber dari syariat-syariat Islam, di anggap tidak punya kapasitas bebicara dan berpendapat dalam hal ini.
Sekulerisme adalah penyakit yang harus di hilangkan di tengah-tengah umat, penyakit inilah yang menyebabkan kita gagal dalam menelurkan generasi-generasi hebat seperti masa lalu, dan sudah saatnya tengku kembali tampil maju kedepan, ketengah-tengah umat dan kembali menjadi tengku seperti layaknya tengku di masa lalu, yaitu tengku yang dicintai umat dan didengar oleh umat.
Jambo tempat meuruno agama (balai pengajian) seharusnya kembali ramai dan menjadi pusat aktifitas masyarakat lagi seperti  jaman dahulu, dan tengku harus kembali menjadi tempat umat bertanya terhadap berbagai persoalan yang di hadapinya dengan solusi-solusi islam jitu yang keluar dari mulut tengku.
Wallahu a’lam bis shawab
Oleh : Yusuf Zulkifli, S.Fil.I, MA.

Minggu, 27 Januari 2013

Bulan Menjauh dari Bumi 3,8cm Setiap Tahun



Bulan ternyata selama ini menjauh dari Bumi sejauh 3,8cm setiap tahun. Tapi jangan khawatir, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap perubahan jarak bulan ke bumi yang sejauh 385.000 km untuk jangka waktu yang sangat lama.


Lalu bagaimana caranya para ilmuan mengetahui perubahan jarak bulan ke bumi? Caranya adalah dengan mengarahkan sinar laser dari bumi ke reflektor yang ada di bulan, lalu mereka menghitung berapa lama cahaya laser memantul kembali diukur dari saat laser dipancarkan.

Mendeteksi pergerakan bulan yang sangat kecil saat ini dimungkinkan karena teknologi photonic (teknik optik) dan adanya eksperimen Apollo yang masih berjalan saat ini. Selama 40 tahun, para ilmuan secara periodik melakukan "ping" atau pemantulan menggunakan sinar laser lalu menukur waktu ping-nya.

Hasilnya, jika Anda ingin tahu, adalah sekitar 2,5 detik, bervariasi karena orbit elips bulan menghasilkan jarak yang berubah secara konstan. Dari pengukuran yang akurat tersebut, para ilmuan telah mengkonfirmasi bahwa tidak saja kunci ajaran teory relatifitas Einstein, tetapi juga telah menunjukkan bahwa gaya gravitasi sangat stabil dan mereka juga menemukan adanya kemungkinan inti bulan adalah cairan.

Selama sekitar 20 tahun dari tahun 1960-an, astronom mengukur jarak bulan ke bumi dengan menembakkan laser dari teleskop dari McDonald Observatory ke retroreflektor yang ditempatkan di bulan
Mengukur jarak dari bumi ke bulan tergantung dari retroreflektor yang ditinggalkan di permukaan bulan oleh astronot Apollo dan oleh dua kendaraan robot Rusia. Ilmuan di bumi menembakkan sinar laser ke arah reflektor. Retroreflektor memantulkan sinar laser kembali ke bumi. Biasanya hanya sedikit foton yang kembali dan terdeteksi untuk membuat waktu jarak tempuh total. Hal itu dan kecepatan cahaya menghasilkan jarak ke bulan dengan tingkat akurasi beberapa centimeter tergantung peralatannya.

Saat ini, pihak yang melakukan pengukuran jarak bulan ke bumi ada tiga yaitu di Amerika Serikat, New Mexico dan Prancis.

Kontroversi Wanita Dilarang Ngangkang Ketika Membonceng Motor di Lhokseumawe, Aceh


Penumpang wanita tidak boleh duduk mengangkang saat berboncengan dengan seorang pria, membuat Komnas Perempuan angkat bicara.
Sebuah aturan baru di kota Lhokseumawe, Aceh ini hanya dianggap mencari sensasi untuk pencitraan diri sebagai aparat negara.
Lhokseumawe adalah sebuah kota di Aceh, di mana mayoritas penduduknya beragama Islam yang baru-baru ini telah menerapkan hukum Syariah yang ketat. Para pejabat mengatakan undang-undang baru akan melindungi perempuan.

"Wanita duduk di sepeda motor tidak harus mengangkang karena akan memprovokasi pengendara laki-laki. Ini juga untuk melindungi perempuan dari kondisi yang tidak diinginkan," kata Walikota Suaidi Yahya AFP.
Komnas perempuan, Andy yentriyani, motor, pembonceng motor, sepeda motor, tips motor, tips pembonceng, tips pembonceng motor, pengendara wanita
Secara terang-terangan Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menyatakan bahwa Komnas Perempuan sama sekali tidak mendukung aturan yang disinyalir hanya mengada-ada dan mengatasnamakan syariat Islam.
Namun, pada kenyataannya sebagai contoh negara Malaysia, negara tetangga Indonesia yang juga mayoritas muslim, menganjurkan  wanita atau pembonceng harus duduk menghadap ke depan karena hal ini berkaitan dengan keamanan dan kestabilan penggunaan kendaraan roda dua.

Kebijakan yang sudah masuk pada tahap sosialisasi selama dua bulan ini menggerakan Komnas Perempuan untuk mendorong Kementrian Dalam Negeri untuk mengirimkan surat kepada Presiden perihal menghentikan pengesahan Kebijakan Walikota Lhokseumawe tersebut.

Di sisi lain, kota Lhokseumawe sendiri masih banyak yang harus dibenahi. Di samping mental yang masih dalam masa pasca bencana Tsunami, Korupsi sampai pada masalah ekonomi. Justru Walikota Lhokseumawe malah sibuk memikirkan apa yang dilihatnya 'ideal' secara Islami dan berkedok sebagai syariat Islam.

"Jangan sampai dengan adanya kebijakan masalah wanita tidak boleh duduk mengangkang, akhirnya dana APBD hanya dihabiskan untuk membuat razia-razia pengendara motor yang membawa pembonceng wanita dengan duduk mengangkang," ucap Andy Yentriyani

"Kami berharap dengan adanya liputan-liputan seperti ini, pemerintah Lhokseumawe mendapat hidayah bahwa kebijakan ini hanya mencari sensasi, mengada-ada, dan tidak penting," tambah Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, menutup perbincangan.
Peta kota LhokseumaweKomnas perempuan, Andy yentriyani, motor, pembonceng motor, sepeda motor, tips motor, tips pembonceng, tips pembonceng motor, pengendara wanita

Grab This