Inilah 5 Negara yang pernah membubarkan diri
Mesir yang terancam bubar membuat mata dunia
terbelalak. Bagaimana tidak? Mesir telah menjadi
negara berdaulat berpuluh-puluh tahun. Polemik bubarnya Negeri Sungai Nil
lantaran
terpecahnya
kubu pro-Presiden Muhammad Mursi dan mereka yang kontra.
Bukan
hanya Mesir, Amerika Serikat pun pernah membuka wacana pecahnya negara bagian
sebab
krisis ekonomi dan Texas menjadi negara bagian pertama yang mengajukan merdeka.
Kejadian negara bubar ternyata bukan kali ini saja.
Permulaan abad-20 setidaknya ada lima negara pecah kongsi. Negara mana
saja? Dilansir dari oddee.com, berikut ulasannya.
1. Kekaisaran Ottoman
Salah satu negara kerajaan terbesar dalam sejarah yakni Kekaisaran Ottoman. Negara ini berdiri selama enam abad dan membentang mulai dari Maroko hingga Teluk Persia, Sudan hingga ke utara Hungaria. Pada November 1922 Kekaisaran Ottoman mulai mengalami kemunduran dan anti-klimaks menyebabkan terpecah dengan sendirinya. Ini berkaitan dengan Turki memenangkan perang.
2. Uni Sovyet
Uni Sovyet sempat menjadi negara adidaya paling
menakutkan di bumi. Berpaham komunis menjadikan
sebagian besar Eropa Timur menganut paham yang sama.
Uni Sovyet berdiri pada saat kekacauan setelah
pecahnya imperial Rusia pasca Perang Dunia I. Prestasi negara ini paling
besar mengalahkan fasis Nazi setelah banyak orang berpikir Adolf Hitler tidak
bisa dihentikan sebab mampu memperbudak Eropa Timur selama empat dekade,
menghasut perang dua negara Korea pada 1950, dan hampir ikut campur di perang
terbuka Amerika Serikat dan Kuba pada 1962. Uni Sovyet runtuh pasca bersatunya Jerman Barat dan Timur pada 1989
diikuti hancurnya tembok Berlin. Lalu komunis mulai gagal di Eropa Timur dan
Uni Sovyet pecah lebih dari 15 negara berdaulat, salah satunya Rusia.
3. Republik Uni Arab
Republik
Uni Arab merupakan sebuah negara yang terbentuk antara tahun 1958 hingga 1961.
Republik ini merupakan gabungan antara Mesir dan
Suriah. Suriah keluar dari gabungan ini pada tahun 1961, sedangkan
Mesir
masih disebut sebagai Republik Arab Bersatu hingga 1971.
Republik Uni Arab awalnya merupakan ide dari mantan
Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser untuk menggandeng negara-negara tetangga
Negeri Sungai Nil menjadi kesatuan solid. Dia hendak menciptakan negara adidaya
di Timur Tengah. Nasser
yakin jarak bukanlah menjadi masalah meski ribuan kilometer. Negara ini
akhirnya sempat berdiri selama 13 tahun. Ini semua demi kepentingan mengepung Israel.
Niat Nasser akhirnya harus berakhir. Seiring
meninggalnya pemimpin Mesir itu aliansi menjadi rapuh dan dengan
cepat dibubarkan. Semua negara kembali menjadi satu
berdaulat, termasuk Mesir dan Suriah.
4. Kekaisaran Austro-Hungaria
Banyak pihak kalah dalam Perang Dunia I namun tidak
ada yang paling kehilangan secara material, ekonomi, dan paling pahit,
bagian dari tanah-tanahnya. Kekaisaran Austro-Hungaria mengalami itu. Saat
membubarkan diri, wilayah mereka
menemukan jati diri dan berdaulat. Beberapa
negara pernah bergabung yakni Austria, Hungaria, Italia, Polandia, hingga
Rumania. Pecahnya mereka lantaran
tidak memiliki identitas sebagai negara seperti bahasa, rumah bagi kelompok
etnis akhirnya mengoyak semangat nasionalisme negara itu.
Jerman
Timur
Jerman Timur beraliran komunis dan menjalin kerjasama dengan Uni Sovyet. Mereka bersekutu pada Perang Dunia II, setelah sebelumnya membangun tembok dikenal Tembok Berlin untuk memisahkan diri dari saudara sewilayah mereka, Jerman Barat.Tembok Berlin menjadi tonggak terputusnya dua wilayah yang juga memutuskan persaudaraan. Bahkan untuk menyeberang pun perlu bertaruh nyawa. Keruntuhan Tembok Berlin menandai berakhirnya komunisme di Jerman Timur sekaligus berpadunya kembali wilayah itu yang kini menjadi Jerman seutuhnya dan berdaulat.
Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/01/inilah-5-negara-yang-pernah-membubarkan.html#ixzz2JYdMna87
Tidak ada komentar:
Posting Komentar