Minggu, 03 Februari 2013







Inilah 6 Fitnah Dasyat Ad-Dajjal




TIDAK ada keraguan bagi orang yang beriman terhadap segala berita yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, masuk akal ataupun tidak. Karena mereka meyakini bahwa segala yang diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepanjang riwayatnya shahih, merupakan berita wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Dan segala perkara yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkait dengan Dajjalseperti sifat-sifatnya, kejadian-kejadian luar biasa yang diperbuatnya, masa tinggalnya di atas dunia, para pengikutnya, tempat turunnya, siapa yang akan membunuhnya dan sebagainya–bagi orang yang beriman bukanlah sebuah khurafat dan tahayul yang menjajah akal serta hati mereka.

Dan fitnah yang dilakukan Dajjal banyak sekali, di antaranya:

1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali (HR. Muslim, 2938/113)

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (no. 2938) berkata: Rasulullah S.A.W menyampaikan kepada kami sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal pada suatu hari. Di antara apa yang beliau sampaikan adalah:
“Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.” 

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluarnya Dajjal dengan membawa fitnah yang demikian dahsyat, hendaknya ia mengamalkan beberapa sebab untuk menjaga dirinya dari Dajjal dan fitnahnya.


Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/02/dahsyatnya-fitnah-dajjal.html#ixzz2JkoP4iAD

Jumat, 01 Februari 2013


Inilah 5 Negara yang pernah membubarkan diri


Mesir yang terancam bubar membuat mata dunia terbelalak. Bagaimana tidak? Mesir telah menjadi negara berdaulat berpuluh-puluh tahun. Polemik bubarnya Negeri Sungai Nil lantaran terpecahnya kubu pro-Presiden Muhammad Mursi dan mereka yang kontra. Bukan hanya Mesir, Amerika Serikat pun pernah membuka wacana pecahnya negara bagian sebab krisis ekonomi dan Texas menjadi negara bagian pertama yang mengajukan merdeka.

Kejadian negara bubar ternyata bukan kali ini saja. Permulaan abad-20 setidaknya ada lima negara pecah kongsi. Negara mana saja? Dilansir dari oddee.com, berikut ulasannya.

1. Kekaisaran Ottoman

Lima negara yang membubarkan diri

Salah satu negara kerajaan terbesar dalam sejarah yakni Kekaisaran Ottoman. Negara ini berdiri selama enam
abad dan membentang mulai dari Maroko hingga Teluk Persia, Sudan hingga ke utara Hungaria. Pada November 1922 Kekaisaran Ottoman mulai mengalami kemunduran dan anti-klimaks menyebabkan terpecah dengan sendirinya. Ini berkaitan dengan Turki memenangkan perang.



2. Uni Sovyet

Uni Sovyet sempat menjadi negara adidaya paling menakutkan di bumi. Berpaham komunis menjadikan  sebagian besar Eropa Timur menganut paham yang sama. Uni Sovyet berdiri pada saat kekacauan setelah pecahnya imperial Rusia pasca Perang Dunia I. Prestasi negara  ini paling besar mengalahkan fasis Nazi setelah banyak orang berpikir Adolf Hitler tidak bisa dihentikan sebab mampu memperbudak Eropa Timur selama empat dekade, menghasut perang dua negara Korea pada 1950, dan hampir ikut campur di perang terbuka Amerika Serikat dan Kuba pada 1962. Uni Sovyet runtuh pasca bersatunya Jerman Barat dan Timur pada 1989 diikuti hancurnya tembok Berlin. Lalu komunis mulai gagal di Eropa Timur dan Uni Sovyet pecah lebih dari 15 negara berdaulat, salah satunya Rusia.



3. Republik Uni Arab

















Republik Uni Arab merupakan sebuah negara yang terbentuk antara tahun 1958 hingga 1961. Republik ini merupakan gabungan antara Mesir dan Suriah. Suriah keluar dari gabungan ini pada tahun 1961, sedangkan Mesir masih disebut sebagai Republik Arab Bersatu hingga 1971. Republik Uni Arab awalnya merupakan ide dari mantan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser untuk menggandeng negara-negara tetangga Negeri Sungai Nil menjadi kesatuan solid. Dia hendak menciptakan negara adidaya di Timur Tengah. Nasser yakin jarak bukanlah menjadi masalah meski ribuan kilometer. Negara ini akhirnya sempat berdiri selama 13 tahun. Ini semua demi kepentingan mengepung Israel. Niat Nasser akhirnya harus berakhir. Seiring meninggalnya pemimpin Mesir itu aliansi menjadi rapuh dan dengan cepat dibubarkan. Semua negara kembali menjadi satu berdaulat, termasuk Mesir dan Suriah.

4. Kekaisaran Austro-Hungaria

 

                                                                    
Banyak pihak kalah dalam Perang Dunia I namun tidak ada yang paling kehilangan secara material, ekonomi, dan paling pahit, bagian dari tanah-tanahnya. Kekaisaran Austro-Hungaria mengalami itu. Saat membubarkan diri, wilayah mereka menemukan jati diri dan berdaulat.  Beberapa negara pernah bergabung yakni Austria, Hungaria, Italia, Polandia, hingga Rumania.  Pecahnya mereka lantaran tidak memiliki identitas sebagai negara seperti bahasa, rumah bagi kelompok etnis akhirnya mengoyak semangat nasionalisme negara itu.

Jerman Timur


Jerman Timur beraliran komunis dan menjalin kerjasama dengan Uni Sovyet. Mereka bersekutu pada Perang Dunia II, setelah sebelumnya membangun tembok dikenal Tembok Berlin untuk memisahkan diri dari saudara
sewilayah mereka, Jerman Barat.Tembok Berlin menjadi tonggak terputusnya dua wilayah yang juga memutuskan persaudaraan. Bahkan untuk menyeberang pun perlu bertaruh nyawa. Keruntuhan Tembok Berlin menandai berakhirnya komunisme di Jerman Timur sekaligus berpadunya kembali wilayah itu yang kini menjadi Jerman seutuhnya dan berdaulat.

Google Akui 'Bulan Bintang' Bendera Aceh




Kendati masih kontroversi dan belum di-sahkan menjadi Bendera resmi Aceh, ternyata Google terlebih dulu mencuri Start memasang Bulan Bintang dihalaman utama kata kunci Pencarian ‘Aceh’.

Jika Anda mengetik keyword  kata ‘Atjeh’ atau ‘Aceh’ di mesin pencari Google. Maka apa yang terjadi? Anda akan mendapati hamparan Peta Aceh sekaligus ‘Bulan Bintang’ terpampang jelas disisi kanan laman Google persis seperti yang terlihat di gambar di atas. 

Selanjutnya mesin pencarian Google mendeskripsikan sebagai berikut:

Aceh is a special region of Indonesia. It is located at the northern end of Sumatra. It capital is Banda Aceh and its population is approximately 4,500,000. Wikipedia

Lantas Mengapa Google  akui Bendera Bulan Bintang?

Sama halnya apabila pengguna mengetik nama-nama negara semisal, Indonesia, Thailand atau Malaysia. Maka, mesin pencari google akan memunculkan hamparan Peta lengkap dengan Bendera Negara tersebut.

Uniknya, hal ini hanya berlaku untuk Aceh, tidak untuk propinsi lain di wilayah Indonesia, misal Jakarta, Jogya atau Papua. Lihat tautan link !


Lantas Atjehcyber.net melanjutkan penelusuran asal bendera ‘Bulan Bintang’ Aceh tersebut sehingga dikutip oleh Google dihalaman utamanya.

Ternyata, bendera tersebut berasal dari sebuah laman flagspot.net situs terbesar ditujukan untuk vexillology (studi bendera) bernama ‘‘Flags of the World’ (FOTW) asal luar negeri yang didirikan pada tahun 1994.

Di sana Anda dapat menemukan lebih dari 53.000 bendera negara, wilayah, kabupaten dan kota, baik dulu hingga saat ini. Mengutip FOTW, laman tersebut mendeskripsikan cukup detail dan terperinci sejarah asal mula Bendera Bulan Bintang ini dari sebuah wawancara di Hallands-Posten, sebuah koran di Swedia pada 1999.

Berikut Laman FOTW melansir asal mula bendera dari wawancara tersebut;

Bendera negara independen Aceh-Sumatra secara resmi dikibarkan pada proklamasi kemerdekaan dan diperbaharui pada tanggal 4 Desember 1976 oleh Kepala Negara Teungku Tjhik di Tiro Muhammad Hasan (Teungku Hasan di Tiro).

Gerakan Aceh Merdeka (Gerakan Aceh Merdeka (GAM), juga dikenal sebagai Front Pembebasan Nasional Aceh Sumatera (ASNLF), adalah kelompok Islam bersenjata meraih kemerdekaan bagi Aceh (Acheh, Achin atau Atjeh) di Sumatra dari seluruh Indonesia.

Bendera Negara Aceh berusia lebih dari seribu tahun, sejak zaman Sultan Ali Mughayat Shah, Iskandar Muda, Shah Mahmud, Tengku Tjhik di Tiro Muhammad Saman sampai hari ini. Namun dua garis-garis hitam yang ditambahkan pada tahun 1976 oleh Kepala Negara saat ini, Tengku Hasan di Tiro, untuk memperingati semua perang Aceh mati syahid dalam membela bendera ini di masa lalu.

Bendera lebih dari seribu tahun tersebut digunakan dalam pertempuran laut melawan Portugal (Portugis) pada 1586, dan dalam perang melawan Belanda dari tahun 1873 sampai 1942. (Secara resmi perang berakhir pada 1914, Namun kelompok-kelompok kecil yang bertahan terus berjuang Pada tahun 1942 Jepang menyerbu Hindia Belanda.)

Sabit dan bintang adalah simbol Islam sebagai penyerahkan kepada Allah, hukum dan keadilan. Merah bermakna keberanian, kesetiaan, kebenaran dan kesediaan untuk berkorban untuk jalan yang benar di jalan Allah. Para fimbriations putih melambangkan kemurnian dari objek ciptakan. Panjang bendera ditetapkan sesuai standar dari desainer ahli.

Ada rancangan undang-undang otonomi khusus bagi provinsi Aceh. Hukum akan segera dibahas oleh parlemen pusat. Termasuk dalam draft adalah perubahan nama dari 'Provinsi Daerah Istimewa Aceh' untuk 'Nanggroe Aceh Darussalam' (NAD), otoritas Negeri Wali (Sultan-red) untuk merancang lambang NAD, dan yang paling menarik adalah desain dan penggunaan 'Alam Aceh', yang merupakan bendera / standar Aceh.

Jika rancangan ini disahkan, Aceh akan menjadi wilayah pertama di Indonesia menggunakan bendera regional de facto dan dijamin oleh hukum. Tampaknya tak terelakkan bahwa Aceh akan mengibarkan bendera baru mereka jika rancangan ini disahkan (menjadi hukum penuh operasi), karena tuntutan untuk kedua otonomi dan independen yang sangat kuat di sana.

Pernyataan bahwa bendera adalah lebih dari 1000 tahun tampaknya menjadi klaim umum oleh rakyat Aceh.

Santiago Dotor , Željko Heimer , António Martins , Mark Sensen , 29-30 September 1999

Deskripsi yang dinukil FOTW senada dengan sejumlah penggagas di DPR-Aceh yang mengusulkan penggunaan bendera bulan bintang sebagai bendera Aceh dalam Rancangan Qanun Bendera dan Lambang Aceh pada 19-20 November lalu.

Sekretaris Badan Legislasi DPR-Aceh, Abdullah Saleh pernah menjelaskan. Bendera itu simbol-simbol yang digali dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang di Aceh.

”Masalah bendera dan lambang ini, tidak dilihat dalam fase GAM saja, tapi harus dilihat fase Aceh sebelumnya. Sesungguhnya bendera yang diajukan itu sudah ada sejak masa kesultanan Aceh. Jadi, klaim ini bukan semata klaim GAM,” ujar Saleh dilansir Atjehpost, (9/12) lalu.

Abdulah menjelaskan, simbol warna putih adalah simbol suci, dan bukan hanya Aceh yang menggunakan putih sebagai simbol. Banyak juga bendera yang memakai warna putih. Begitu juga dengan warga merah sebagai simbol keberanian yang berlaku universal.

Sedangkan garis hitam di antara bulan dan bintang merupakan bentuk duka cita untuk mengenang para syuhada yang telah gugur. Sedangkan penggunaan bulan bintang sebagai simbol Islam yang selama ini menjadi ciri khas Aceh.

Perihal bendera Aceh sebenarnya juga tertuang dalam butir-butir nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM, di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Setidaknya ada dua butir nota kesepahaman yang menjelaskan soal bendera Aceh. Di antaranya pada butir 1.1.5. disebutkan Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan himne.

Sampai saat ini, Bendera Aceh masih menjadi kontroversi dikalangan elit Aceh dan Pusat.


Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/01/google-akui-bulan-bintang-bendera-aceh.html#ixzz2JYc3Tkhf

Grab This